Tabungan Rp150 Juta ASN Lenyap setelah Aktivasi IKD, Ini Kata Disdukcapil Kaltim
KLIKSAMARINDA – Kepala Bidang Fasilitasi Pelayanan Administrasi Kependudukan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kalimantan Timur (Kaltim), Vincentius Samadi Ponco Putro, menegaskan pihaknya tidak pernah menghubungi siapapun terkait aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Baik melalui WhatsApp (WA) maupun melalui telepon.
Hal ini disampaikannya saat sosialisasi dan aktivasi IKD di Aula II Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kaltim, Rabu (14/1). Kegiatan ini merupakan inisiatif kolaborasi yang dilakukan BPSDM Kaltim dengan Disdukcapil Kaltim.
”Ini saya tegaskan. Karena baru-baru ini di Kaltim, seorang ASN Aparatur Sipil Negara, Red.) gara-gara melakukan aktivasi IKD dari pihak yang tidak bertanggungjawab, tabungannya lenyap 150 juta rupiah. Begitu juga ada oknum polisi kehilangan uang 500 juta rupiah,” ungkapnya, seperti dikutip BEKESAH.co dari unggahan resmi @beritapemprovkaltim di Instagram.
Dia menyatakan, target seluruh masyarakat di seluruh provinsi yang mengaktifkan IKD sebesar 30 persen. Sementara saat ini, masyarakat yang sudah melakukan aktivasi IKD di Kaltim baru sebanyak 7,24%.
”Manfaat melakukan aktivasi IKD adalah untuk membantu mempermudah warga masyarakat untuk mengakses pelayanan publik,” ujarnya.
Vincentius Samadi Ponco Putro mencontohkan, di Kota Balikpapan, pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) sudah mensyaratkan aktivasi IKD. Sementara di Kota Samarinda, ke depan aktivasi IKD akan menjadi syarat dalam pembayaran retribusi air minum melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) maupun pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
“Rendahnya animo masyarakat untuk mengaktifkan IKD dipengaruhi maraknya penipuan yang mengatasnamakan Disdukcapil Kaltim,” ucapnya. (*)



